Welcome My Pena

Daftar Blog Saya

Diberdayakan oleh Blogger.

It' mii

Foto Saya
aku bukanlah orang yang sempurna, tapi aku ingin melihat hidup ini dengan sempurna..

kolam ikanku

Senin, 28 Mei 2012

PENTINGNYA MOTIVASI DALAM BELAJAR


BAB I
PENDAHULUAN
       A.      Latar Belakang
Pengetahuan tentang psikologi sangat di perlukan oleh pihak guru sebagai pendidik, pengajar, pelatih, dan pengasuh dalam memahami karakteristik kognitif, afektif dan psikomotorik peserta didik secara integral. Pengetahuan tentang psikologi juga diperlukan dalam dunia pendidikan karena dunia pendidikan menghadapi peserta didik yang unik di lihat dari segi perilaku, kepribadian, perhatian, motivasi dan berbagai aspek psikologi lainya yang berbeda antara individu satu dengan individu lain. Pada diri peserta didik terdapat kekuatan psikologi yang menjadi penggerak untuk belajar. Kekuatan penggerak tersebut berasal dari berbagai sumber. Siswa belajar karena didorong oleh kekuatan mentalnya. Kekuatan mental itu berupa keinginan, perhatian, motivasi atau cita-cita. Kekuatan mental tersebut dapat tergolong rendah atau tinggi.
Di dalam kelas peserta didik terdiri dari kelompok yang memiliki kemampuan yang sama namun berbeda keperibadian dan minat. Di dalam kelas mungkin kita akan menemui beberapa orang pelajar yang mampu memotivasi dirinya sendiri. Pelajar-pelajar seperti ini tidak banyak memerlukan pertolongan dari guru untuk merangsang minat mereka dalam belajar, kerena mereka mampu mendorong diri mereka sendiri. Kebanyakan pelajar akan mempunyai motivasi belajar jika kita menggunakan berbagai teknik untuk memotivasi mereka, namun ada pula sejumlah pelajar yang baru akan termotivasi jika kita melakukan usaha-usaha khusus bagi mereka. Oleh karena itu kita sebagai guru hendaklah memahami hal tersebut sehingga dapat memakai berbagai pendekatan dalam merangsang minat belajar dalam belajar, serta mampu menerapkan berbagai prinsip dan teknik yang berbeda sesuai dengan keperluan masing-masing pelajar .
Yang menjadi persoalan sekarang ialah bagaimana caranya kita melakukan berbagai usaha untuk membangun dan mengembangkan motivasi pelajar semasa belajar. Pelajar akan termotivasi semasa belajar jika lingkungan sekitar dapat memberikan rangsangan sehingga pelajar tertarik untuk belajar. Guru harus mengatur suasana belajar secara bijaksana sehingga pelajar termotivasi untuk belajar. Hal inilah yang melatar belakangi kami dalam membuat makalah dengan judul pentingnya motivasi dalam belajar.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Pengertian Motivasi
Faktor motivasi secara umum dan motivasi belajar secara khusus merupakan gejala aktivitas jiwa manusia yang sangat di perlukan oleh manusia dalam menghadapi kehidupan yang penuh dengan persaingan. Seseorang yang memiliki motivasi rendah akan memiliki kinerja, produktivitas, dan inovasi yang rendah. Akibatnya mereka akan tertinggal jauh dari manusia lainnya yang memiliki motivasi tinggi dalam menjalani hidupnya.
Menurut mc. Donald ( dalam Syaiful, 2002 ) Motivasi adalah suatu perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya "feeling" dan di dahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Dari pengertian yang dikemukakan oleh Mc. Donald ini mengandung tiga elemen/ciri pokok dalam motivasi itu, yakni motivasi itu mengawalinya terjadinya perubahan energi, ditandai dengan adanya feeling, dan dirangsang karena adanya tujuan.  ( Oemar hamalik, 1992 ) perubahan dalam diri seseorang itu terbentuk suatu aktivitas nyata berupa kegiatan fisik. Karena seseorang mempunyai tujuan tertentu dari aktivitasnya, maka seseorang mempunyai motivasi yang kuat untuk mencapainya dengan segala upaya yang dapat dia lakukan untuk mencapainya.
Ada tiga komponen utama dalam motivasi yaitu kebutuhan, dorongan dan tujuan. Kebutuhan terjadi apabila individu merasa ada ketidakseimbangan antara apa yang ia miliki dan ia harapkan. Sedangkan dorongan merupakan kekuatan mental untuk melakukan kegiatan dalam rangka memenuhi harapan. Dorongan merupakan kekuatan mental yang berorientasi pada pemenuhan harapan atau pencapaian tujuan dan tujuan merupakan hal ingin di capai oleh seorang individu. Tujuan tersebut akan mengarahkan perilaku dalam hal ini  yaitu perilaku unutk belajar.
Selanjutnya pembahasan akan di lanjutkan kepada hal yang berkaitan dengan kebutuhan. Dalam belajar motivasi sangat di perlukan. Sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar tak akan mungkin melakukan aktivitas belajar. Hal ini merupakan pertanda bahwa sesuatu yang akan di kerjakan itu tidak menyentuh kebutuhannya. Maslow ( dalam Syaiful, 2002) sangat mempercayai bahwa tingkah laku manusia di bangkitkan dan di arahkan oleh kebutuhan-kebutuhan tertentu seperti kebutuhan fisiologis, rasa aman, rasa cinta, penghargaan, aktualisasi diri, mengetahui dan mengerti, dan kebutuhan estetik. Kebutuhan-kebutuhan inilah menurut maslow yang mampu memotivasi tingkahlaku individu. Oleh karena itu, apa yang seseorang lihat sudah tentu akan membengkitkan minatnya sejauh apa yang ia lihat itu mempunyai hubungan dengan kepentingannya sendiri.

B. Jenis Dan sifat Motivasi
Para ahli umumnya sependapat bahwa motivasi dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu motivasi primer dan motivasi sekunder ( Dimyati, 2006: 86 ) sebagai  berikut :
1.       Motivasi primer
Motivasi primer adalah motivasi yang didasarkan pada motif-motif dasar atau motif bawaan. Motif-motif dasar tersebut umumnya berasal dari segi biologis atau jasmani manusia yang timbul akibat proses kimiawi fisiologik yang terdapat pada setiap orang. Manusia adalah makhluk jasmani, sehingga perilakunya terpengaruh oleh insting atau kebutuhan jasmaninya. Di antara insting yang penting bagi manusia adalah memelihara, mencari makan, melarikan diri, berkelompok, mempertahankan diri, rasa ingin tau, membangun dan kawin ( koeswara 198; jalaluddin 1991 )
2.       Motivasi sekunder
Motivasi sekunder adalah motivasi yang diperoleh dari belajar melalui pengalaman. Motivasi sekunder ini, oleh beberapa ahli disebut juga motivasi sosial.  Menurut thomas dan znaniecki menggolongkan motivasi sekunder menjadi keinginan-keinginan :  memperoleh pengalaman baru, untuk mendapat respon, memperoleh pengakuan dan memperoleh rasa aman.
ΓΌ  Sifat motivasi
Berdasarkan sifatnya motivasi dapat dibagi menjadi dua yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik.
  1. Motivasi Intrinsik
Motivasi intrinsik adalah motivasi yang timbul dari diri sendiri dan tidak dipengaruhi oleh sesuatu di luar dirinya karena dalam setiap diri individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Orang yang tingkah lakunya digerakkan oleh motivasi intrinsik, baru akan puas kalau tingkah lakunya telah mencapai hasil tingkah laku itu sendiri. Misalnya seorang siswa menyelesaikan pekerjaan rumah tentang soal-soal matematika, bertujuan untuk memahami konsep-konsep matematika melalui penyelesaian soal-soal itu, bukan karena takut kepada guru atau ingin mendapat pujian dari guru.
  1. Motivasi ekstrinsik
Motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang timbul dalam diri seseorang karena pengaruh dari rangsangan di luar perbuatan yang dilakukannya. Tujuan yang diinginkan dari tingkah laku yang digerakkan oleh motivasi ekstrinsik terletak di luar tingkah laku itu. Misalnya siswa yang sedang menyelesaikan pekerjaan rumah, sekedar mematuhi perintah guru, kalau tidak dipatuhi guru akan memarahinya.

C. Pengertian Belajar
Pengertian belajar menurut para tokoh :
Slameto ( dalam Abdul, 2002 ) belajar adalah suatu proses usaha yang di lakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi individu dengan lingkungannya.
Cronbach ( Syaiful, 2002 ) berpendapat bahwa belajar sebagai suatu aktivitas yang di tunjukkan oleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman.
Dari pendapat para tokoh di atas dapat di simpulkan bahwa belajar adalah perubahan perilaku yang di peroleh peserta didik  dari pengalamannya melelui interaksi dengan lingkungan.



BAB III
PEMBAHASAN

A.      Pentingnya Motivasi Dalam Belajar Bagi Guru Dan Siswa
Perilaku yang penting bagi manusia adalah belajar dan bekerja. Belajar menimbulkan perubahan mental pada diri siswa. Bekerja menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi diri pelaku dan orang lain. Motivasi belajar dan bekerja merupakan penggerak kemajuan masyarakat.
Motivasi belajar sangat penting bagi siswa dan guru. Pentingnya motivasi belajar bagi siswa  ( Dimyati, 2006: 85 ) adalah sebagai berikut :
1.         Menyadarkan kedudukan pada awal belajar, proses dan hasil akhir.  Contohnya : setelah siswa membaca suatu bab buku bacaan, di bandingkan dengan temannya sekelas yang juga bab tersebut, ia kurang berhasil menangkap isi, maka ia terdorong membaca lagi.
2.         Menginformasikan tentang kekuatan usaha belajar, yang di bandingkan dengan teman sebaya. Sebagai ilustrasi jika terbukti usaha belajar seorang siswa belum memadai maka ia berusaha maka ia berusaha setekun temannya yang belajar dan berhasil.
3.       Mengarahkan kegiatan belajar, sebagai ilustrasi setelah ia ketahui bahwa bahwa dirinya belum belajar secara serius, seperti bersenda gurau di dalam kelas maka ia akan merubah perilaku belajarnya.
4.       Membesarkan semangat belajar. Contoh seorang anak yang telah menghabiskan banyak dana untuk sekolahnya dan masih ada adik yang di biayai orang tua maka ia akan berusaha agar cepat lulus.
5.       Menyadarkan bahwa adanya perjalan belajar dan kemudian bekerja ( di sela-selanya ada istirahat atau bermain ) yang berkesinambungan. Individu di latih untuk menggunakan kekuatannya sedemikian rupa hingga dapat berhasil. Sebagai ilustrasi, setiap hari siswa di harapkan untuk belajar di rumah, membantu orang tua dan bermain dengan  temannya. Apa yang di lakukan di harapkan dapat berhasil memuaskan.
Beberapa hal di atas menunjukkan betapa pentingnya motivasi tersebut di sadari oleh pelakunya sendiri . bila motivasi di sadari oleh pelaku, maka sesuatu pekerjaan dalam hal ini yaitu tugas belajar akan terselesaikan dengan baik.
Motivasi belajar juga penting diketahui oleh seorang guru. Pengetahuan dan pemahaman tentang motivasi belajar pada siswa bemanfaat bagi guru, manfaat itu sebagai berikut:
 1) Membangkitkan, meningkatkan, dan memelihara semangat siswa. Dalam hal ini pujian, hadiah, dorongan atau pemicu semangat dapat di gunakan untuk mengobarkan semangat belajar.
 2) Mengetahui dan memahami motivasi belajar siswa di kelas yang bermacam-macam  sehinnga dengan bermacamnya motivasi tersebut di harapkan guru dapat menggunakan bermacam-macam strategi belajar mangajar.
3) Meningkatkan dan menyadarkan guru untuk memilih satu diantara bermacam-macam peran seperti sebagai penasihat, fasilitator, instruktur, teman diskusi, dan penyemangat.
4) Memberi peluang guru untuk mengubah siswa yang tak berminat menjadi bersemangat belajar.
B.  Prinsip-Prinsip Motivasi Belajar
Motivasi mempunyai peranan yang strategis dalam aktivitas belajar seseorang. Tidak ada seorang pun yang belajar tanpa motivasi. Tidak ada motivasi berarti tidak ada kegiatan belajar. Agar peranan motivasi lebih optimal, maka prinsip-prinsip motivasi dalam belajar tidak hanya sekedar diketahui, tetapi harus diterangkan dalam aktivitas belajar-mengajar. Ada beberapa prinsip motivasi dalam belajar seperti dalam uraian berikut:
  1. Motivasi sebagai Dasar Penggerak yang Mendorong Aktivitas Belajar.
Seseorang melakukan aktivitas belajar karena ada yang mendorongnya. Motivasilah sebagai dasar penggeraknya yang mendorong seseorang untuk belajar. Minat merupakan kecenderungan psikologis yang menyenangi suatu objek, belum sampai melakukan kegiatan. Namun minat adalah motivasi dalam belajar. Minat merupakan potensi psikologi yang dapat dimanfaatkan untuk menggali motivasi. Bila seseorang sudah termotivasi untuk belajar, maka dia akan melakukan aktivitas belajar dalam rentang waktu tertentu. Oleh karena itulah, motivasi diakui sebagai dasar penggerak yang mendorong aktivitas belajar seseorang.
  1. Motivasi Intrinsik Lebih Utama daripada Motivasi Ekstrinsik dalam Belajar.
Dari seluruh kebijakan pengajaran, guru lebih banyak memutuskan memberikan motivasi ekstrinsik kepada setiap anak didik. Anak didik yang malas belajar sangat berpotensi untuk diberikan motivasi ekstrinsik oleh guru supaya dia rajin belajar. Efek yang tidak diharapkan dari pemberian motivasi ekstrinsik adalah kecenderungan ketergantungan anak didik terhadap segala sesuatu di luar dirinya. Selain kurang percaya diri, anak didik juga bermental pengharapan dan mudah terpengaruh. Oleh karena itu motivasi intrinsik lebih utama dalam belajar.
  1. Motivasi Berupa Pujian Lebih Baik daripada hukuman.
Meski hukuman tetap diberlakukan dalam memicu semangat belajar anak didik, tetapi masih lebih baik penghargaan berupa pujian. Setiap orang senang dihargai dan tidak suka dihukum dalam bentuk apa pun juga. Memuji orang lain berarti memberikan penghargaan atas prestasi kerja orang lain. Hal ini akan memberikan semangat kepada seseorang untuk lebih meningkatkan prestasi kerjanya. Tetapi pujian yang diucap itu tidak asal ucap, harus pada tempat dan kondisi yang tepat. Kesalahan pujian bisa bermakna mengejek.
  1. Motivasi Berhubungan Erat dengan Kebutuhan Belajar.
Dalam kehidupan anak didik. Membutuhkan penghargaan. Perhatian, ketenaran, status, martabat, dan sebagainya merupakan kebutuhan yang wajar bagi anak didik. Semuanya dapat memberikan motivasi bagi anak didik dalam belajar. Guru yang berpengalaman harus dapat memanfaatkan kebutuhan anak didik, sehingga dapat memancing semangat belajar anak didik agar menjadi anak yang gemar belajar. Anak didik pun giat belajar untuk memenuhi kebutuhannya demi memuaskan rasa ingin tahunya terhadap sesuatu.
  1. Motivasi dapat Memupuk Optimisme dalam Belajar.
Siswa yang mempunyai motivasi dalam belajar selalu yakin dapat menyelesaikan setiap pekerjaan. Dia yakin bahwa belajar bukan kegiatan yang sia-sia. Hasilnya akan berguna tidak hanya kini, tetapi juga di hari mendatang.
  1. Motivasi Melahirkan Prestasi dalam Belajar.
Dari berbagai hasil penilitian selalu menyimpulkan bahwa motivasi mempengaruhi prestasi belajar. Tinggi rendahnya motivasi selalu dijadikan indikator baik buruknya prestasi belajar seorang anak didik. Anak didik menyenangi mata pelajaran tertentu dengan senang hati mempelajari mata pelajaran itu. Selain memiliki bukunya, ringkasannya juga rapi dan lengkap. Setiap ada kesempatan selalu mata pelajaran yang disenangi itu yang dibaca. Ulangan pun dilewati dengan mulus dengan prestasi yang gemilang.
  1. Bentuk-Bentuk Motivasi Dalam Belajar
Ada beberapa motivasi yang dapat dimanfaatkan dalam rangka mengarahkan peserta didik di kelas (Dimyati : 2002) sebagai berikut :
  1. Memberi angka
Angka merupakan alat motivasi yang cukup memberikan rangsangan kepada anak didik untuk mempertahankan atau bahkan lebih meningkatkan prestasi mereka di masa mendatang. Namun guru harus menyadari bahwa angka bukanlah hasil dari hasil belajar yang sejati. Untuk itu guru perlu memberikan angka atau nilai yang menyentuh afektif- afektif dan ketrampilan yang diperlihatkan anak didik dalam pergaulan atau kehidupan sehari-hari.
  1. Hadiah
Hadiah dapat di berikan kepada anak yang berprestasi  tinggi. Dalam pendidikan modern , anak didik yang berprestasi tinggi memperoleh predikat sebagai anak didik teladan. Hadiah di berikan kepada siswa untuk momotivasi anak agar senantiasa mempertahankan prestasinya selama berstudi  dan tidak menutup kemungkinan akan mendorong anak didik lainnya untuk ikut berkompetisi dalam belajar.  Hal ini merupakan gejala yang baik dan harus di sediakan lingkungan yang kreatif bagi anak didik.
  1. Kompetisi
Kompetisi  bisa di manfaatkan untuk menjadikan proses interaksi belajar mengjar yang kondusif. Untuk menciptakan kondisi yang demikian, metode mengajar memegang peranan. Guru  bisa membentuk anak  didik ke dalam kelompok belajar di kelas, ketika pelajaran sedang berlangsung. Semua anak didik di libatkan ke dalam suasana belajar atau lebih di kenal  cara belajar siswa aktif  (CBSA).
  1. Ego-Involvement
Menumbuhkan kesadaran kepada anak didik agar merasakan pentingnya tugas dan menerimanya sebagai suatu tantangan sehingga bekerja keras dengan mempertaruhkan harga diri.
  1. Memberi Ulangan
Anak didik biasanya mempersiapkan diri dengan belajar jauh-jauh hari untuk menghadapi ulangan. Berbagai usaha dan teknik bagaimana agar dapat menguasai semua bahan pelajaran anak didik lakukan sedini mungkin sehingga memudahkan mereka untuk menjawab setiap item soal yang diajukan ketika pelaksanaan ulangan berlangsung, sesuai dengan interval waktu yang diberikan.
  1. Pujian
Pujian adalah bentuk reinforcement yang positif dan sekaligus merupakan motivasi yang baik. Pujian diberikan sesuai dengan hasil kerja, bukan dibuat-buat atau bertentangan sama sekali dengan hasil kerja anak didik. Dengan pujian yang diberikan akan membesarkan jiwa seseorang. Dia akan lebih bergairah mengerjakannya.
  1. Unsur-Unsur Yang Mempengaruhi Motivasi Belajar
  • Cita- cita atau aspirasi
Dengan adanya kemauan mencapai cita-cita anak akan mempunyai semangat belajar untuk mencapainya. Cita-cita akan memperkuat motivasi belajar intrinsik maupun ekstrinsik. Sebab tercapainya suatu cita-cita akan mewujudkan aktualisasi diri. Contoh seorang siswa ingin menjadi pemain bulu tangkis dunia akan memperkuat semangat belajar dan mengarahkan perilaku belajar. Misal siswa tersebut akan rajin olahraga, melatih nafas, berlari di sampin tekun berlatih bulu tangkis.
  • Kemampuan siswa
Keinginan seorang anak perlu di barengi dengan kemampuan atau kecakapan mencapainya. Dapat di katakan bahwa kemampuan memperkuat motivasi anak untuk melaksanakan tugas-tugas perkembangan.  Contoh keinginan membaca perlu di barengi dengan kemampuan mengenal dan mengucapkan bunyi huruf-huruf.
  • Kondisi siswa
Kondisi siswa yang meliputi jasmani dan rohani mempengaruhi motivasi belajar. Seorang yang marah atau lapar akan mengganggu perhatian belajar sedangkan seorang yang sehat, gembira akan mudah memusatkan perhatian.
  • Kondisi lingkungan siswa
Lingkungan siswa dapat barupa lingkungan alam, lingkungan tempat tinggal, pergaulan sebaya, dan kehidupan kemasyarakatan.  Bencana alam, lingkungan yang kumuh, ancaman rekan yang nakal akan mengganggu kesungguhan belajar.
  • Upaya guru dalam membelajarkan siswa
Upaya pembelajaran di sekolah meliputi hal-hal berikut :
  1. Menyelenggarakan tertib belajar di kelas.
  2. Membina disiplin belajar dalam setiap kesempatan, seperti pemanfaatan waktu dan pemeliharaan fasilitas sekolah.
  3. Membina belajar tertib pergaulan.
  4. Membina belajar tertib lingkungan  sekolah.
  5. Pemahaman tentang diri siswa.
  6. Pemanfaatan penguatan berupa hadiah, kritik, hukuman secara tepat guna.
  7. Mendidik cinta belajar.

BAB IV
PENUTUP

A.      Kesimpulan
Motivasi belajar adalah segala sesuatu yang dapat memotivasi siswa atau individu untuk belajar. Ada dua motivasi dalam belajar, yaitu motivasi Ekstrinsik dan motivasi intrinsik. motivasi ekstrinsik adalah melakukan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu yang lain (cara untuk mencapai tujuan) motivasi ekstrinsik sering dipengaruhi oleh insentif eksternal seperti imbalan dan hukuman. Sedangkan motivasi instrinsik adalah motivasi internal untuk melakukan sesuatu demi sesuatu itu sendiri (tujuan itu sendiri). Peran orang tua dan pendidik sangat penting dalam peningkatan motivasi siswa. Pembentukan lingkungan yang kondusif dan nyaman untuk belajar sangat di butuhkan oleh siswa. Dengan mengetahui perbedaan motivasi siswa di harapkan guru dapat berperan sesuai kebutuhan siswa.
B.      Saran
1.       Membangkitkan, meningkatkan, dan memelihara semangat siswa, sehingga ia mau melakukan belajar.
2.       Meningkatkan dan menyadarkan guru untuk memilih satu diantara bermacam-macam peran seperti sebagai penasihat, fasilitator, instruktur, teman diskusi, dan penyemangat.
3.       Menggunakan metode yang bervariasi serta Menggunakan media yang baik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran.
4.       Mengenal setiap peserta didik yang diajarnya secara pribadi.


DAFTAR PUSTAKA
Hadis, Abdul. 2006. Psikologi Dalam Pendidikan. Bandung: Alfabeta
Mujiono dan Dimyati. 2006. Belajar dan pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta         
Sambeng, Agus. 2010. Upaya guru dalam meningkatkan motivasi ( on line ) Tersedia  :http://agussambeng.blogspot.com/2010/10/upaya-guru-dalam-meningkatkan motivasi.html. Di akses Tanggal 02 oktober 2011 Jam 16: 39


0 komentar:

Poskan Komentar