Welcome My Pena

Daftar Blog Saya

Powered By Blogger
Diberdayakan oleh Blogger.

It' mii

Foto saya
aku bukanlah orang yang sempurna, tapi aku ingin melihat hidup ini dengan sempurna..

Belajar Berbasis Pengalaman

Pengalaman merupakan guru paling berharga dalam hidup. Belajar melalui pengalaman merupakan metode belajar yang baik dalam pendidikan orang dewasa karena berhadapan langsung dengan masalah- masalah praktis dalam kehidupan sehari- hari.

Solusi untuk Pengajaran Billingual

pembelajaran pada sekolah RSBI di tuntut memakai bahasa inggris. hal tersebut tentu menimbulkan beberapa problema. seperti contoh mata pelajaran yang menggunakan bahasa lokal saja sulit di mengerti apalagi menggunakan bahasa inggris.

Yogyakarta Sebagai Wilayah Pertama NKRI

Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan wilayah pertama di Negara Kesatuan Republik Indonesia pascaproklamasi kemerdekaan pada 1945. Setelah Sri Sultan HB IX dan Sri Paku Alam VIII melalui maklumat 5 September 1945 menyatakan bergabung dengan NKRI

7 Kunci Membangun Kerja Tim yang Solid

Bekerja dengan rekan satu tim tidak selalu menyenangkan. Secocok apa pun Anda dengan teman-teman, selalu ada masa ketika pendapat setiap orang bisa berbeda. Ada juga kalanya salah seorang dari rekan Anda sedang mengalami masalah, sehingga kinerjanya menurun sehingga untuk mencegah hal tersebut terjadi harus di pahami bagaimana cara membangun kerja tim yang solid.

Musik Bisa Meningkatkan Mood.... Lhoooo

Para ahli mengatakan bahwa beberapa jenis nada, melodi, dan ritme mempengaruhi otak dengan cara yang berbeda dan dapat mempengaruhi mood, level stress, dan bahkan sistem imunitas tubuh.

NDOLALAK

Pada jaman Hindia Belanda Purworejo terkenal sebagai daerah / tempat melatih serdadu / tentara. Ketika mereka hidup di tangsi tersebut, maka untuk membuang kebosanan mereka menari dan menyanyi saat malam hari, ada pula yang melakukan pencak silat dan dansa. Tarian- tarian tersebut awalnya tidak menggunakan instrumen namun pada perkembangannya tarian itu di iringi dengan lagu- lagu tangsi yang terasa dominan dengan notasi do-la-la.

Selasa, 24 April 2012

BELAJAR BERBASIS PENGALAMAN

              Seseorang belajar akan bermanfaat apabila ia menyadari bahwa apa yang dipelajarinya mempunyai kaitan (arti atau sesuai) dengan kebutuhan bagi perkembangan dirinya. Keberartian dalam belajar akan berpengaruh terhadap efektifitas pembelajaran. Belajar akan menjadi sia-sia apabila apa-apa yang dipelajarinya bertentangan dan akan merusak intergritas pribadi seseorang. Seorang yang belajar seyogyanya, hasil belajarnya dapat memperkaya dan memperkuat integritas pribadinya.
Belajar terbaik bagi orang dewasa adalah belajar melalui pengalaman (experiencing). Belajar melalui pengalaman berarti belajar berhadapan langsung dengan masalah praktis, masalah sosial yang nyata, dan berupaya untuk menyelesaikannya. Cara belajar berdasarkan pengalaman akan memberikan makna bagi peserta. Tentu saja pembelajar harus berperan aktif dalam situasi pembelajaran yang disiapkan oleh pengelola atau Widyaiswara yang bertindak sebagai fasilitator. Pembelajar didorong untuk berprakarsa, mengajukan usul, menemukan cara terbaik untuk mempelajari sesuatu bahan.
Orang dewasa telah memiliki sejumlah pengetahuan, sikap dan ketrampilan tertentu. Pada diri orang dewasa seringkali timbul keinginan untuk menambah pengetahuan untuk meningkatkan kinerja dalam rangka meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Orang dewasa akan termotivasi untuk belajar apabila mereka menyadari akan adanya kebutuhan yang dirasakan (felt needs), untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam kehidupannya.
A.    Pengertian Belajar
Menurut Gagne (Ratna, 2011 ) belajar dapat di definisikan sebagai suatu proses di mana suatu organisasi berubah perilakunya sebagai akibat pengalaman.
Definisi belajar menurut Wittig (1981) belajar ialah perubahan yang relatif menetap yang terjadi dalam segala macam/keseluruhan tingkah laku suatu organisme sebagai hasil pengalaman.
Dari beberapa pengertian di atas dapat di simpulkan bahwa Belajar adalah perubahan tingkah laku pada diri organisme yang di sebabkan oleh pengalaman.
Dari segi psikologis orang dewasa, pengertian belajar adalah sebagai berikut :
1.      Belajar adalah suatu pengalaman yang diinginkan oleh orang dewasa itu sendiri. Maka orang dewasa tidak diajar. Orang dewasa dimotivasikan untuk mencari pengetahuan yang lebih mutakhir, ketrampilan baru, sikap yang lain yang berbeda dengan sebelumnya.
  1. Orang dewasa belajar kalau ditemukannya arti pribadi bagi dirinya dan melihat sesuatu mempunyai hubungan dengan kebutuhannya.
  2. Belajar bagi orang dewasa kadang-kadang merupakan proses yang menyakitkan. Sebab belajar adalah perubahan perilaku, sedang perubahan seringkali berarti meninggalkan kebiasaan, norma, dan cara berpikir lama yang sudah melekat.
  3. Belajar bagi orang dewasa adalah hasil dari mengalami sesuatu. Sedikit sekali hasil diperoleh apabila orang tua diceramahi, dikotbahi, digurui untuk melakukan hal tertentu atau bersikap secara tertentu. Ia harus mengalaminya untuk dapat dan mau terus melakukannya. Orang tak bisa disuruh bertanggung jawab tanpa diberikan tanggung jawab untuk dialaminya.
  4. Bagi orang dewasa proses belajar adalah khas dan bersifat individual. Setiap orang mempunyai cara dan kecepatan sendiri untuk belajar dan menyelesaikan masalah. Dengan kesempatan mengamati cara-cara yang dipakai orang lain, ia dapat memperbaiki dan menyempurnakan caranya sendiri, agar menjadi lebih efektif.
Orang dewasa cenderung mempelajari hal-hal praktis dan tidak semata-mata yang teoritis. Orang dewasa akan belajar efektif apabila pada saat mempelajari sesuatu langsung sambil mempraktikannya (learning by doing). Seperti apa yang dikatakan ahli pendidikan orang dewasa dari negeri China, Kong Fu Chu, yang pada intinya mengatakan bahwa efektivitas belajar tinggi apabila subjek langsung mengerjakannya dan mengalaminya (experiential learning). ”Saya kerjakan dan saya mengerti”. Dalam pendidikan orang dewasa pengajar dituntut untuk memiliki kemampuan untuk menghubungkan pengetahuan baru yang sedang dipelajari dengan pengetahuan yang telah mereka kuasai, pengalaman yang telah dimilki, sikap yang sudah tertanam, kemampuan yang tersedia dan kerangka pikir yang telah dimiliki dalam bekerja.
B.     Pengertian pengalaman
Pengalaman adalah suatu kejadian yang telah dialami (Chaplin, 1968). Dalam hidupnya orang dewasa mempunyai banyak pengalaman yang beraneka ragam. Pada masa kanak-kanak pengalaman merupakan hal yang baru sehingga dalam proses belajar orang dewasa pengalaman dianggap sebagai sumber belajar yang sangat kaya.
Terdapat dua cara dalam memperoleh pengalaman :
1.      Dengan cara tidak sengaja. Memperoleh pengalaman dengan cara tidak sengaja, yaitu apa yang dialami oleh seseorang dengan tidak sengaja itu dimasukkan dalam ingatannya. Hal ini jelas terlihat pada anak-anak, contohnya gelas kalau jatuh dapat pecah, kayu itu keras kalau dipukulkan ke tubuh bisa menimbulkan rasa sakit. Pengalaman-pengalaman ini disimpannya dalam ingatan sebagai pengertian-pengertian.
  1. Dengan cara sengaja. Seseorang memperoleh pengalaman dengan sengaja yaitu apabila seseorang dengan sengaja memasukkan pengalaman-pengalaman dan pengetahuannya dalam psikisnya. Dalam bidang ilmu pada umumnya orang akan memperoleh pengetahuan dengan sengaja. Dengan demikian orang dengan sengaja mempelajari hal-hal atau keadaan-keadaan yang kemudian dimasukkan dalam ingatannya.
Tahapan siklus belajar berdasarkan pengalaman adalah sebagai berikut :
·         Tahap Mengalami (Pengalaman)
Pengalaman merupakan inti proses belajar. Ini merupakan langkah awal dari proses refleksi. Hal ini mencakup segala sesuatu yang telah kita alami yang mencakup keberadaan kita, kegiatan-kegiatan kita, perasaan-perasaan kita, pengamatan kita dan apa saja yang kita dengar. Pendekatan Daur Belajar Berdasarkan Pengalaman didasarkan pada pengalaman yang dibagikan yang merupakan pengalaman riil, konkrit dan sejauh mungkin mempunyai dampak yang berarti. Secara umum masing-masing tahapan tersebut di atas mengandung beberapa unsur penting dan mempunyai ciri-ciri pokok tertentu, yang mempunyai implikasi peran dan fungsi yang berbeda dari setiap tahapan bagi seorang fasilitator (Pemandu) atau bagi seorang pelatih (trainer) di dalam memproses kegiatan belajar.
·         Tahap Berbagi Pengalaman / Tahap Pengungkapan
Merupakan tahap kedua dalam proses belajar atau proses pelatihan. Kita memaparkan atau menyampaikan berbagai pengalaman kita. Apa yang terjadi; Apa yang saya katakan, saya rasakan; Apa yang dirasakan dan dikatakan oleh orang lain; Bagaimana pengalaman itu mempunyai arti. Kita ingin berbagai pengalaman, perasaan dan nilai-nilai yang terkandung dalam berbagai isu dan konteks dimana isu dan konteks tersebut mempunyai hubungan dan arti dalam kehidupan kita.
·         Tahap Menganalisis
Tahap ini merupakan suatu proses pemahaman. Ini merupakan suatu proses untuk mencoba memahami berbagai ungkapan pengalaman dari berbagai pihak yang terlibat dalam proses belajar atau proses pelatihan secara kritis. Dalam tahap ini banyak hal yang perlu diperhatikan, terutama yang berkaitan dengan peranan dan pengaruh dari berbagai faktor dan berbagai pihak. Misalkan; Siapa yang mempunyai kewenangan dalam situasi seperti ini?; Suara siapa yang lebih didengarkan dan diperhatikan?; Siapa yang mengambil keputusan?; Siapa yang terkena imbas dan terkena dampak atas keputusan tersebut ? dan lain sebagainya.
·         Tahap Menyimpulkan & Merencanakan
Ini merupakan tahap yang kritis dalam proses belajar dan proses pelatihan. Berbagai ungkapan pengalaman dan analisis yang terjadi, perlu ditarik suatu “generalisasi” dan “menyimpulkannya” sebagai bahan untuk menyusun perencanaan. Dalam proses belajar berdasarkan pengalaman, belajar atau pelatihan tanpa kegiatan tindak lanjut atau perencanaan, akan mengarah kepada hal-hal yang kurang tepat, apati dan ketidak berdayaan; lebih tepat lagi yaitu apa yang dapat kita lakukan sebagai perencana untuk membuat suatu perubahan yang diperlulkan sehingga pengalaman yang kurang baik tidak terjadi lagi, sebagaimana pepatah mengatakan “Keledai tidak akan terantuk pada batu yang sama”.
·         Tahap Menerapkan / Penerapan
Merupakan tahap dimana kita melakukan dan melaksanakan sesuatu yang telah direncanakan atas hasil pembelajaran. Pelaksanaan kegiatan termasuk di dalamnya uji coba, penelitian, implementasi dan pengambilan resiko, tetapi dapat juga merupakan kegiatan menunggu, mendengarkan dan mengamati. Sebab melaksanakan suatu kegiatan tersebut akan menjadi pengalaman nyata yang kita perlukan untuk kita pikirkan lebih jauh tentang apa yang dapat kita pelajari dari pengalaman-pengalaman tersebut untuk menetapkan tujuan dalam pembelajaran atau pelatihan.
C.    Contoh pembelajaran berdasarkan pengalaman
Ø  Belajar kontekstual
Belajar kontekstual adalah mempelajari sesuatu sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Untuk itu kita perlu menyiapkan konteks tempat belajar. Hendaknya konteks tersebut positif, mendukung dan mengundang minat. Bobby de Porter (1999) mengatakan konteks adalah latar untuk pengalaman Anda.  Sumber terkaya untuk bahan belajar terdapat didalam diri orang dewasa itu sendiri. Setumpukan pengalaman masa lampau telah tersimpan dalam dirinya, perlu digali dan ditata kembali degan cara yang lebih berarti.
Belajar adalah suatu proses emosional dan intelektual sekaligus. Manusia mempunyai perasaan dan pikiran. Hasil belajar maksimal dicapai apabila orang dapat memperluas perasaan maupun pikirannya.
Belajar adalah hasil kerjasama antara manusia. Dua atau lebih banyak manusia yang saling memberi dan menerima akan belajar banyak, karena pertukaran pengalaman, pertukaran pengetahuan, saling mengungkapkan reaksi dan tanggapannya mengenai suatu masalah.
Belajar adalah suatu proses evolusi. Kemampuan orang dewasa untuk mengerti, menerima, mempercayai, menilai, mendukung, memerlukan suatu proses yang berkembang secara perlahan. Tidak dapat dipaksakan sekaligus. Perubahan perilaku tidak dapat terjadi dalam seketika, melainkan terjadi secara perlahan-lahan.
Di dalam Depdiknas (2003) disebutkan bahwa ada tujuh prinsip pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning)
1.      Kontsruktivisme (Constructivism)
Siswa membangun pemahaman oleh diri sendiri dari pengalaman-pengalaman baru berdasarkan pengalaman awal. Pengalaman awal selalu merupakan dasar/tumpuan yang digabung dengan pengalaman baru untuk mendapatkan pengalaman baru. Pemahaman yang mendalam dikembangkan melalui pengalaman yang bermakna.
2.      Penemuan (Inquiry)
Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan induktif, diawali dengan pengamatan dalam rangka memahami suatu konsep. Dalam praktik, pembelajaran melewati siklus kegiatan mengamati, bertanya, menganalisis, dan merumuskan teori, baik secara individual maupun secara bersama-sama dengan temannya. Penemuan juga merupakan aktivitas untuk mengembangkan dan sekaligus menggunakan keterampilan berpikir kritis siswa.
3.       Bertanya (Questioning)
Pertanyaan merupakan komponen penting dalam pembelajaran kontekstual. Pertanyaan merupakan alat pembelajaran bagi guru untuk mendorong, membimbing, dan menilai kemampuan berpikir siswa. Pertanyaan juga digunakan oleh siswa selama melaksanakan kegiatan yang berbasis penemuan.
4.      Masyarakat belajar (Learning Community)
Proses pembelajaran berlangsung dalam situasi sesama siswa saling berbicara dan menyimak, berbagi pengalaman dengan orang lain. Bekerja sama dengan orang lain untuk menciptakan pembelajaran siswa aktif lebih baik jika dibandingkan dengan belajar sendiri yang mendidik siswa untuk menjadi individu yang egoistis.
5.      Pemodelan (Modeling)
Aktivitas guru di kelas memiliki efek model bagi siswa. Jika guru mengajar dengan berbagai variasi metode dan teknik pembelajaran, secara tidak langsung siswa pun akan meniru metode atau teknik yang dilakukan guru tersebut. Kondisi semacam ini akan banyak memberika manfaat bagi guru untuk mengarahkan siswa melakukan sesuatu yang diinginkannya melalui pendemonstrasian cara yang diinginkan tersebut.
6.     Refleksi (Reflection)
Salah satu pembeda pendekatan kontekstual dengan pendekatan tradisional adalah cara-cara berpikir tentang sesuatu yang telah dipelajari oleh siswa. Dalam proses berpikir itu, siswa dapat merevisi dan merespon kejadian, aktivitas, dan pengalaman mereka.
7.        Penilaian yang Sebenarnya (Authentic Assestment)
Penilaian autentik ini bersifat mengukur produk pembelajaran yang bervariasi, yaitu pengetahuan dan keterampilan serta sikap siswa. Penilaian ini juga tidak hanya melihat produk akhir, tetapi juga prosesnya. Instruksi dan pertanyaan-pertanyaannya disusun yang kontekstual dan relevan.

Ø  Pembelajaran berdasarkan masalah
Pembelajaran Berdasarkan Masalah (Problem Based Learning/PBL) adalah suatu model pembelajaran yang didasarkan pada prinsip menggunakan masalah sebagai titik awal akuisisi dan integrasi pengetahuan baru.
Pemecahan masalah didefinisikan sebagai proses atau upaya untuk mendapatkan suatu penyelesaian tugas atau situasi yang benar-benar nyata sebagai masalah dengan menggunakan aturan-aturan yang sudah diketahui. Jadi,  Pembelajaran Berdasarkan  Masalah (Problem Based Learning)  lebih  memfokuskan  pada masalah kehidupan nyata yang bermakna bagi siswa.
Pengajaran berdasarkan masalah tidak dirancang untuk memantau guru memberikan informasi sebanyak-banyaknya kepada siswa tetapi dikembangkan untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir, pemecahan masalah dan keterampilan intelektual, belajar berbagai peran orang dewasa melalui pengalaman nyata atau stimulasi dan menjadi pembelajar yang otonom dan mandiri.
Tidak dapat dipungkiri bahwa konsep merupakan hal yang sangat penting. Penumpukan konsep pada subjek didik dapat kurang bermanfaat apabila hal tersebut hanya dikomunikasikan oleh guru kepada subjek didik melalui satu arah seperti menuangair ke dalam sebuah gelas. Yang terpenting disini adalah bagaimna konsep tersebut dipahami oleh subjek didik. Pentingnya pemahaman konsep dalam proses belajar mengajar sangat mempengaruhi sikap, keputusan dan cara-cara memecahkan masalah.
Penyelidikan autentik (penyelidikan yang membutuhkan penyelesaian nyata dari permasalahan yang nyata). Usaha untuk mencari pemecahan masalah secara mandiri akan memberikan pengalaman konkret, dan pengalaman tersebut dapat digunakan untuk memecahkan masalah-masalah yang serupa.
Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Berdasarkan Masalah
Kelebihan pembelajaran berdasarkan masalah sebagai suatu model pembelajaran adalah:
·         Realistik dengan kehidupan siswa
·         Konsep sesuai dengan kebutuhan siswa
·         Memupuk sifat inquiry siswa
·         Retensi konsep menjadi kuat
·          Memupuk kemampuan problem solving
Selain itu, kekurangannya adalah:
·         Persiapan pembelajaran (alat, problem, konsep) yang kompleks
·          Sulitnya mencari problem yang relevan
·         Sering terjadi miss-konsepsi
·          Memerlukan waktu yang cukup panjang









DAFTAR PUSTAKA

Dahar, ratna wilis. 2011. Teori Teori Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Erlangga
Tristianti, Hesti. 2011. Belajar Melaui Pengalaman ( on line)  Tersedia :
Di akses Tanggal 13 November 2011 Jam 10: 01
Sudrajat, akhmad. 2011. Pembelajaran Berdasarkan Masalah ( on line )  Tersedia :
Di akses Tanggal 13 November 2011 Jam 09: 53
Wordpress.2010. Siklus Belajar Berdasarkan Pengalaman ( on line ) Tersedia :
Widyastuti. 2010. Pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah dan Kontekstual ( on line ) Tersedia :
Di akses Tanggal 13 November 2011 Jam 10: 39

Minggu, 19 Juni 2011

7 kunci membangun kerja tim yang solid

dalam : http://female.kompas.com/read/2011/06/17/13562534/7.Kunci.Membangun.Kerja.Tim.Yang.Solid

Bekerja dengan rekan satu tim tidak selalu menyenangkan. Secocok apa pun Anda dengan teman-teman, selalu ada masa ketika pendapat setiap orang bisa berbeda. Ada juga kalanya salah seorang dari rekan Anda sedang mengalami masalah, sehingga kinerjanya menurun. Agar pekerjaan bisa selesai dan hubungan tetap baik setiap hari Anda perlu menjaga irama kerja bersama-sama. Dan seperti halnya mobil yang perlu rutin diperiksa, Anda juga perlu selalu memerhatikan supaya hal-hal berikut ini:

1. Ekspektasi terhadap pekerjaan dan hasilnya
Setiap anggota perlu memahami mengapa mereka ditempatkan di dalam satu tim dan apa tujuannya. Apakah ini adalah tim tetap atau untuk suatu proyek saja? Apa misi dari pekerjaan yang Anda emban? Sejauh mana pembagian waktu dan peran masing-masing anggota tim, itu juga perlu selalu diingat.

2. Komitmen
Setiap anggota tim perlu memiliki komitmen yang sama, untuk mencapai misi pekerjaan. Sejauh mana Anda memandang kontribusi Anda terhadap perusahaan dan juga demi kemajuan diri sendiri? Pertanyaan ini juga perlu selalu diajukan ke setiap anggota tim lainnya.

3. Kompetensi
Apakah kompetensi yang dimiliki tim telah merata atau cenderung didominasi oleh orang-orang tertentu dan yang lain hanya bekerja di belakang? Sebaiknya, setiap anggota memiliki kemampuan tertentu sehingga sebagai tim akan memiliki kekuatan yang lebih besar lagi. Perlu dilihat juga, apakah setelah Anda dan teman-teman menjadi satu tim, ada perkembangan kemampuan atau tidak? Jika tidak, mungkin Anda perlu mengajukan permohonan training pada bagian SDM.

4. Alur kerja
Sejauh mana alur kerja yang dijalani sekarang sudah efektif dan memberikan hasil yang baik? Untuk memastikannya, perlu dilihat apakah Anda dan teman-teman sudah memahami peran dan tanggung jawab masing-masing, sesuai dengan peran dalam tim. Jika terjadi sesuatu secara mendadak yang mengganggu alur kerja, berdiskusilah bersama untuk mengantisipasinya. Jangan tunggu sampai terjadi masalah.

5. Komunikasi
Tim Anda tidak akan bisa bekerja optimal jika tidak ada komunikasi yang baik. Untuk itu, Anda perlu memastikan bahwa hubungan Anda dengan rekan-rekan didasari oleh komunikasi yang tulus dan jujur. Begitu juga dengan atasan dan perusahaan. Pastikan hasil kerja tim selalu mendapatkan umpan balik dari atasan dan perusahaan. Karena, jika tidak ada saran atau kritik, bagaimana Anda tahu bahwa semua sudah berjalan sesuai jalurnya?

6. Konsekuensi
Selalu pikirkan konsekuensi dari setiap tindakan terhadap diri sendiri, tim, dan juga perusahaan. Apakah keputusan yang Anda alami dapat berpengaruh pada teman-teman lainnya? Bagaimana jika tim Anda tidak berhasil memenuhi target yang diberikan? Selalu pikirkan hal ini dan bicarakan dengan rekan tim Anda.

7. Reaksi terhadap perubahan
Sejalan dengan waktu, Anda dan tim dapat mengalami berbagai perubahan. Itu bisa datang dari anggota tim, interaksi dengan pihak luar, dan kebijakan perusahaan. Sejauh mana tim Anda dapat menghadapi perubahan ini? Hal ini perlu dibicarakan dengan serius bersama-sama.

Musik bisa meningkatkan mood..lhoo

Terapi Musik...

Mengapa kita mendengarkan musik favort saat kita merasa sedih? Mengapa hanya dengan menggumamkan sebuah nada teras begitu natural dan merelakskan? Para ahli mengatakan bahwa beberapa jenis nada, melodi, dan ritme mempengaruhi otak dengan cara yang berbeda dan dapat mempengaruhi mood, level stress, dan bahkan sistem imunitas tubuh. LifestyleRoll - Bagaimana terapi musik bekerja? Saat Anda ingin keluar dari sebuah situasi yang membuat stress atau hanya ingin mempelajari metode relaksasi baru mendengarkan musik dapat mengubah mood dan pola pikir Anda.

Sebenarnya musik telah ribuan tahun digunakan sebagai cara untuk memulihkan energi, meningkatkan mood, dan bahkan menolong proses penyembuhan. Definisi resmi untuk terapi musik adalah "tindakan klinis dan pembuktian yang menggunakan musik untuk mencapai
tujuan individu dengan hubungan teraputik yang dilakukan oleh profesional yang kredensial dan telah menyelesaikan program terapi musik yang diakui," (American Music Therapy Association,2005). Jika Anda menggunakan jasa seorang terapis musik yang profesional, anda dapat mengkomunikasikan bagaimana perasaan Anda dan meningkatkan kondisi pikiran Anda dengan jenis musik dan imaginasi tertentu, menyanyikan lagu tertentu, dan bahkan memainkan instrumen musik kesayangan Anda. Musik dapat mempengaruhi proses penyembuhan karena menghasilkan respon fisik dan emosional. Saat ini Anda dapat mendengarkan berbagai macam jenis musik dengan surara dari insturmen yang berbeda untuk menciptakan perubahan mood yang signifikan. Berikut beberapa jenis musik yang bisa Anda coba:

Musik Bersemangat Untuk Meningkatkan Mood
Merasa sedih atau mood negatif lainnya dapat meningkatkan level stress Anda bahkan membuat Anda sakit secara fisik. Mood yang negatif ini juga dapat memmpengaruhi aktivitas sehari-hari Anda, tapi dengan mendengarkan musik yang bersemangat Anda dapat mengusir mood negatif itu jauh-jauh. Musik-musik inspirasional dan musik 'oldies' yang memiliki irama cepat dapat menjadi pendongkrak mood yang efektif. Jika Anda juga dapat menyanyikannya itu akan lebih baik lagi! Jadi jangan lupa untuk menambahkan daftar lagu di komputer, MP3 player atau iPod Anda untuk menjadi amunisi untuk mood Anda!

Relaksasi dari Timur Jauh
Mangkuk Tibet adalah salah satu alat musik tradisional yang menghasilkan suara yang menenangkan dan mempengaruhi mood Anda. Terapi penyembuhan dari Timur Jauh termasuk musik, aroma terpai, dan olah tubuh, dan mangkuk Tibet adalah sebuah alat yang wajib hadir dalam ruang meditasi dan relaksasi karena kemampuannya untuk menghasilkan energi yang 'membersihkan'dengan suaranya yang kompleks. Menurut salah satu terapis fisik dari Mountain Valley Center di Georgia, Mangkuk Tibet dibuat dari campuran metal yang dipukul dengan sejenis palu agar dapat menghasilkan sejenis suara yang kompleks dan indah dengan harmoni yang indah dengan nada tinggi. Instrumen ini telah digunakan selama ribuan tahun untuk memfasilitasikan relaksasi dan meditasi. Palu yang digunakan untuk instrumen ini digunakan untuk memukul atau menggosok mangkuk Tibet untuk menciptakan melodi.

Effek Dari Musik Klasik
Musik telah lama dihubungan dengan ingatan dan belajar dan melodi kompleks dari musik klasik telah terbukti efektif untuk relaksasi dan meningkatkan ingatan. Penelitian telah menunjukkan bahwa musik klasik dapat meningkatkan daya ingat dan kemampuan belajar, misalnya musik gubahan Mozart, Beethoven, dan Bach dapat membantu otak untuk menghasilkan sejenis neuron yang dapat membantu tubuh untuk relaks yang kemudian membantu Anda untuk menyerap informasi baru. Jadi jika Anda memiliki masalah dalam mempelajari sesuatu coba dengarkan musik klasik agar otak Anda kembali segar.
from: http://runi-runi.blogspot.com/2009/12/terapi-musik.html

Minggu, 12 Juni 2011

Peranan Pls dalam Pembangunan Masyarakat

     Pendidikan luar sekolah adalah usaha sadar yang diarahkan untuk menyiapkanr meningkatkan dan mengembangkan sumber daya manusia, agar memiliki pengetahuan, keterampilan, sikap dan daya saing untuk merebut peluang yang tumbuh dan berkembang. dengan mengoptimalkan penggunaan sumber-sumber yang ada di lingkungannya. Pendidikan luar sekolah juga merupakan satu proses pendidikan yang sasaran, pendekatan, dan keluarannya berbeda dengan pendidikan sekolah, dan bukan merupakan pendidikan sekolah yang dilakukan di luar waktu sekolah. Pendidikan luar sekolah sudah ada sebelum pendidikan persekolahan tumbuh di bumi ini. Pendidikan luar sekolah dimulai sejak manusia lahir di bumi dan berakhir setelah manusia masuk liang kubur. Sedangkan pendidikan sekolah dimulai setelah manusia memenuhi usia tertentu dan diakhiri pada usia tertentu. Pendidikan luar sekolah bertugas untuk menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kebisaan yang siap menghadapi perubahan sebagai akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang pesat yang dihasilkan oleh manusia-manusia terdidik. Serta Pendidikan luar sekolah dapat juga dikatakan sebagai proses memanusiakan manusia untuk meningkatkan kualitas berpikir, moral dan mental sehingga mampu memahami, mengungkapkan, membebaskan. dan menyesuaikan dirinya terhadap realitas yang melingkupinya.
Peran Pendidikan Luar Sekolah dalam pembangunan
Pendidikan Luar Sekolah mempunyai peranan sebagai sub sistem dalam sistem pendidikan nasional Indonesia yang harus memainkan peran ganda baik mendidik maupun mengajar. Dan untuk dapat berperan secara maksimal baik sebagai pengajaran maupun pendidikan diperlukan kesiapan sikap mental dan pengetahuan yang dalam dan luas di bidang kemasyarakatan supaya dapat mengetahui apa yang dibutuhkan masyarakat. Dan hal ini akan dapat diwujudkan apabila ditemukan cara pengelolaan yang tepat, strategis yang memadai, sumber daya pengelola yang mumpuni dan kelembagaan yang mapan.
1. Peran PLS sebagai pendidikan dasar
Yang merupakan pendidikan dasar adalah Program keaksaraan paket A dan B masih perlu diteruskan, karena sangat penting bagi kelanjutan hidup masyarakat setelah dewasa nantinya. Apabila seseorang sudah melek huruf tentu akan dapat mandiri tanpa harus selalu tergantung dengan orang lain. PLS disini sebagai pengganti pendidikan formal. Dengan adanya PLS ini maka masyarakat yang dulunya belum pernah mengenyam pendidikan dan juga yang putus sekolah dapat melanjutkan pendidikannya lagi.

2 Peran PLS Sebagai Program Pelatihan
Kelompok program PLS seperti ini dimaksudkan untuk memperbaiki ke-
cakapan, keterampilan, dan kinerja individu agar dapat memperbaiki kualitas
hidupnya. Program keterampilan kerja dapat diperuntukkan bagi mereka yang
belum bekerja atau yang sudah bekerja tetapi ingin memperbaikinya, atau kepada
mereka yang keterampilannya tidak lagi laku karena tidak mampu bersaing de-
ngan yang lebih kuat.
Tugas tenaga PLS adalah:
• melakukan pengkajian atau analisis kebutuhan belajar
• merencanakan program pembelajaran
• mengorganisir pelatihan
• menyiapkan pelatih
• menentukan target
• melaksanakan
• menilai dan
• mempersiapkan program pendampingan pasca latihan.
Strategi dalam pembangunan masyarakat ini adalah melalui pemberdayaan. Pemberdayaan itu adalah upaya untuk membuat orang memperoleh pema-
haman pengendalian tentang kekuatan-kekuatan sosial, ekonomi, dan politik guna
memperbaiki kedudukannya di masyarakat.
Perbaikan kedudukan ini dapat diperoleh dengan :
1) Akses, yang meliputi kesempatan lebih besar dalam memperoleh sumber (resources); (2) Daya tawar, berupa peningkatan daya tawar yang lebih kuat
(3) Pilihan, yakni kecakapan dan peluang untuk memilih berbagai pilihan
(4) Status, yakni memperbaiki image pribadi, harga diri, dan sikap-sikap positif terhadap budayanya
(5) Kecakapan kritis, yakni memakai pengalamannya secara tepat, menilai manfaat
yang potensial dari pemecahan-pemecahan masalah
(6) Legitimasi, atau memperoleh pengakuan selayaknya
(7) Disiplin, yakni menentukan sendiri standar untuk bekerja dengan orang lain secara produktif; dan
(8) Persepsi kreatif, yakni pandangan yang lebih positif dan inovatif terhadap hubungan dengan orang lain dan lingkungannya.

      Melalui pendidika luar sekolah ini sangat membantu juga dalam menunjang kesejahteraan masyarakat. Karena melalui pendidikan luar sekolah juga masyarakat dapat memperoleh banyak keterampilan, karena banyak jenis pendidikan luar sekolah yaitu:
• pendidikan kesetaraan
• pendidikan keaksaraan fungsional
• pendidikan pelatihan
• pendidikan kepemudaan
• pemberdayaan wanita
• kursus
• majelis taqlim
      Itu sebabnya banyak manfaat yang diberikan pendidikan luar sekolah dalam pembangunan masyarakat. Dimana fungsi pendidikan luar sekolah itu adalah sebagai pengganti dari pendidikan formal yaitu pendidikan kesetaraan. Baik paket A,B, dan paket C. sebagai penambah dan pelengkap pendidikan yang diperoleh dari pendidikan formal seperti kursus keterampilan maupun kursus untuk mata pelajaran tertentu.
Berdasarkan fungsi pendidikan luar sekolah dalam pembangunan maka program-program pendidikan ini dapat diklasifikasi ke dalam lima kategori:
1. pendidikan luar sekolah yang berkaitan dengan pendidikan ideologi negara dan moral bangsa bagi masyarakat
2. pendidikan dasar, yaitu Kelompok Belajar Paket A, untukmemberantas buta aksara dan angka, buta pengetahuan dasar dan buta bahasa Indonesia
3. pendidikan mata pencaharian yang mencakup antara lain Kelompok Belajar Usaha yang menyelenggarakan kegiatan belajar dalam bidang industri makanan, alat-¬alat olah raga, perkakas rumah tangga, tata busana, dan pertanian
4. pendidikan kejuruan/ketrampilan yang berkaitan dengan latihan kerja, meliputi program kegiatan belajar dalam rumpun kesehatan, pertanian, kerajinan dan industri teknologi, kesenian niaga dan bahasa
5. pendidikan lainnya yang meliputi penyuluhan melalui media elektronika dan media cetak, motivasi, pelatihan kepemudaan, kepramukaan.

di kutip dari : http://wwwsherlypanjaitan.blogspot.com/2010/05/peranan-pls-dalam-pembangunan.html

MY BEIB

oleh Jodhi Yudono, Kamis, 19 Mei 2011
Cerpen Tara Shantih
dalam(http://oase.kompas.com/read/2011/05/19/01164468/My.Beib

Beib, kecuplah keningku setelah aku menuturkan Selamat pagi kepadamu. Jika aku tidak ada di hadapanmu, bayangkanlah udara itu adalah keningku, Beib.

Selamat pagi Beib. Aku ingin selalu mengucapkan selamat pagi ini untukmu kapan saja. Bisa di siang hari, sore, malam atau bila kita tidak sedang bertemu sekalipun. Pagi, kamu tahu Beib? Aku selalu suka dengan pagi.

Di pagi hari semua warna, makhluk hidup, alam, bahkan benda mati, semua mengeluarkan sinar keaslian sendiri. Dan aku ingin menyapamu dengan memberikan lahir dan batinku apa adanya.

Walau aku tahu, aku tidak sempurna, tapi beginilah aku. Terserah Beib, kamu mau terima atau tidak. Tentu, aku mengharapkan My Beib mampu merasakan aura, rasa, tubuh dan prilaku yang aku persembahkan.

Beib, kecuplah keningku setelah aku menuturkan ‘Selamat pagi’ kepadamu. Jika aku tidak ada di hadapanmu, bayangkanlah udara itu adalah keningku, Beib.

Dan bagaimana bila kau telat bangun pagi dan baru merangkak di siang hari? Lihatlah ke langit biru, Beib. Ia masih memancarkan biru, bukan?

Biru, warna kesukaanmu, Beib. Tidak usah jauh berpikir untuk ke pantai-hembuskan angin sepoi-mencium aroma ombak-dan mendekap rona biru laut. Singkirkan dulu, terik matahari yang menganggumu, Beib.

Coba Beib menggeledah langit untuk mencari keningku. Pasti Beib temukan, karena kau selalu mengantung biru di sakumu, Beib.

Apabila kau terjebak waktu di pagi dan siang, maka terima saja rayuan senja di bumi. Telusuri secara melompat di tiap gradasi senja. Aku akan ada di sana menantimu dan mungkin bukan kening saja yang kuberikan, tapi juga kedua mata ini. Kedua mata yang selalu memandang keseluruhan pagi bersama biru dan juga saat kau merintih akan biru.

Jendela mata milikku sudi menerima segala bentuk birumu, Beib, apapun itu ia bergejolak. Bibirmu akan membawa nuansa kian roman, karena aku sudah kuasa melukiskan-bagaimana sentuhan bibirmu nanti terdampar di kening dan kedua mataku, Beib. Beib, kau masih mendengarkan aku? Pasang terus telepatimu, ya Beib!

Nah, Apa kabar dengan siempunya malam, Beib? Sebegitu larutkah kau kecup aku hingga rembulan terang meninggi? Ada apa dengan pagi, siang dan senja, Beib? Kau mungkin tidak pernah naik kereta, namun naiklah sesekali. Lihat gerak lintasannya.

Cepat, Beib! Begitu juga hidup. Hidup selalu bergerak cepat. Jika kereta punya tempat asal dan tujuan lokasi, ia hanya akan berlari dari asal sampai tempat tujuan saja, kemudian ia berhenti. Tidak dengan hidup, ia akan terus menerobos lokasi, bahkan waktu, tanpa mengenal cuaca atau badai sekalipun. Kecepatan pergerakan hidup jauh lebih cepat dibandingkan kereta. Dan malam selalu terasa cepat bagi orang yang terlelap.

Masih paragraph mengenai malam, Beib. Dongakkan kepalamu ke atas langit, pilih satu bintang yang bertebaran di sana. Di satu bintang, aku duduk manis menunggu dekap erat hangat darimu, Beib. Untuk malam, aku beri pengecualian. Beib, boleh mengecup kening, kedua mata, hidung, kedua pipi dan bibir.

Bahkan buat bibir, Beib boleh mencium tiga kali atau berkali-kali. Tapi aku tidak mau kau bosan mengecup aku, Beib! Seandainya Beib rindu padaku, berjalanlah menuju teras rumah dan kecuplah angin malam. Anggap ia adalah seluruh bentuk wajahku dan bebaskan hatimu untuk menubruk segala bentuk di parasku.

Bila bibirmu sudah mendarat di keningku, hiruplah aku bagai wewangian segar di pagi hari. Karena aku mencintai pagi, Beib! Hilangkan kehadiran malam biar segelap apapun, tetapi munculkan kedatangan pagi di ufuk malam. Malam yang akan bekerja sama dengan pagi, mengurai segala ingatan, kerinduan, cinta dan kasih sayang ini.

Beib, pagi itu ialah suatu langkah awal untuk kaki melangkah meraungi hari ini dan juga hari-hari esok selanjutnya. Pagi selalu datang penuh senyuman gemilang, juga menyenangkan. Seperti rupamu yang menyenangkan, Beib.

Pagi terisi segala rencana-rencana. Aku punya rencana di pagi ini; menulis kata batin di hati. Apakah kamu punya rencana di pagi ini? Masalah akan terwujud atau tidak, serahkan saja pada alam semesta, sebab ia akan menjulurkan tangan-tangannya, mengiring langkahmu.

Aku tahu apa mimpi-mimpimu, Beib. Aku juga tahu harapan-harapanmu. Ayo, bisikan di pagi hari seraya tak lupa menabrak wajahku di gulungan udara atau angin sang pagi.

Beib, jika ketepatan telepatimu masih berfungsi, carilah aku di pagi hari. Biar siang, senja atau malam, anggap saja semua itu adalah pagi.

Yogyakarta sebagai wilayah pertama NKRI

oleh Jodhi Yudono Jumat, 6 Mei 2011 dalam ( http://oase.kompas.com/read/2011/05/06/23472246/Yogyakarta.Wilayah.Pertama.NKRI )

Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan wilayah pertama di Negara Kesatuan Republik Indonesia pascaproklamasi kemerdekaan pada 1945, setelah Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang berkuasa di Keraton Yogyakarta saat itu menyatakan bergabung.

"Pascaproklamasi, Yogyakarta dalam hal ini wilayah Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Pakualaman merupakan wilayah pertama NKRI, setelah Sri Sultan HB IX dan Sri Paku Alam VIII melalui maklumat 5 September 1945 menyatakan bergabung dengan NKRI," kata kerabat Keraton Yogyakarta, Gusti Bendoro Pangeran Haryo (GBPH) Prabukusumo, dalam orasi budaya memperingati hari ulang tahun penerbit Galangpress, di Yogyakarta, Kamis (5/5/2011) malam.

Menurut dia, saat itu tidak ada satu kerajaan ataupun negara-negara bentukan Belanda yang menyatakan bergabung dengan NKRI sehingga Yogyakarta merupakan wilayah pertama di NKRI.

"Pernyataan bergabungnya Keraton Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman ke dalam NKRI memiliki nilai strategis yang luar biasa karena saat itu, meskipun Indonesia telah memproklamasikan kemerdekaannya, namun kolonialis Belanda selalu menyatakan mana wilayahmu sebagai sebuah negara," katanya.

Ia mengatakan, pernyataan bergabungnya Keraton Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman yang merupakan satu-satunya kerajaan di Nusantara yang tidak berada di bawah kolonial Belanda memiliki arti yang sangat penting.

"Dengan pernyataan bergabungnya wilayah Yogyakarta ke NKRI waktu itu, menjadikan negara yang baru merdeka tersebut memiliki wilayah kedaulatan, dan langkah ini pun kemudian diikuti wilayah-wilayah lain, termasuk negara-negara atau kerajaan-kerajaan di Nusantara yang dibentuk Belanda," katanya.

Prabukusumo mengatakan, ini merupakan sejarah besar NKRI atas keistimewaan Yogyakarta sehingga jika tidak ada pengakuan bergabungnya Daerah Istimewa Yogyakarta maka NKRI juga tidak ada.

"Ini merupakan pengorbanan luar biasa dari Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Paku Alam VIII yang sangat luar biasa, dari sebelumnya sebagai seorang penguasa penuh atas wilayah Yogyakarta menjadi harus mengikuti aturan Pemerintah NKRI," katanya.

Ia mengatakan, pengorbanan yang tidak kalah pentingnya adalah ketika NKRI berdiri harus mencetak Oeang/uang Republik Indonesia (ORI) sehingga harus ada jaminan uang emas di Bank Indonesia.

"Sri Sultan Hamengku Buwono IX dengan ikhlas memberikan emas batangan milik Keraton Yogyakarta sebagai jaminan, dan sampai saat ini keluarga Keraton tidak pernah mengungkit-ungkit serta meminta kembali," katanya.

Oleh karena itu, menurut dia, perjuangan untuk penetapan Sultan dan Paku Alam sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan rangkaian sejarah bangsa ini.

"Penentuan gubernur melalui mekanisme penetapan merupakan hak politik Sultan sesuai amanat 5 September 1945, dan Yogyakarta merupakan daerah istimewa dari sejarah, kontrak pemerintahan, serta kepala daerah," katanya.

Sabtu, 11 Juni 2011

Andai Aku Jalan Kaki

Judul buku  :  Andai Aku Jalan Kaki, Masihkah Engkau Ada Untukku
Penerbit      :  Diva Press
Pengarang  :  Edi Mulyono

sepenggal kisah :

“Aku ‘kan selalu ada untukmu, Sayang, aku nggak bisa hidup tanpamu...”
Gubraakkk...!!

Aku terjungkal. Sucikah bisikan itu? Jangan-jangan karena aku tajir, mapan, keren, pintar, atau populer? Apakah engkau masih akan selalu ada untukku andai aku hanya jalan kaki, dengan tubuh tanpa Bvlgari, dan dompet isi seribu?

Andai aku jalan kaki, di bawah terik matahari, bermandi keringat, menahan lapar, bertubuh dekil nan buluk, dengan dompet kempes yang tak bisa untuk beli sebuah air kemasan gelas, akankah kau, kau, kau, yang kini selalu tersenyum manis dan mendengarkanku, tetap mau menyapaku, tersenyum padaku, menyentuh lenganku, merangkulku, memelukku, menciumku, dan menganggapku manusia?

Bukan hanya soal ketulusan cinta dan pesona berlian, juga tentang rahasia pilihan hidup, makna komitmen, chemistry pasangan hidup, tajamnya mulut, hingga arti kematian, disuguhkan dalam kisah-kisah popcorn yang begitu renyah dan menyentuh hati, berbumbu jenaka tajam, satir, bentakan, dalam bentangan padang savana makna kebajikan yang tak bertepi. Mudah dibaca sekali duduk di mana saja, sebutlah busway, bahkan secara terpisah-pisah, serial popcorn ini menggasak ruhani terdalam setiap kita tentang siapa gerangan sesungguhnya aku, engkau, dan dia, dalam hiruk-pikuk kehidupan ini.

 sumber : http://gilabuku.com/shop.html?page=shop.product_details&flypage=flypage.tpl&product_id=1314&category_id=6&vmcchk=1